Pebisnis Muda AS Ajari Pemuda Surabaya Berbisnis - Metro TV News

Senin, 23 Agustus 2010

Pebisnis muda dari California, Amerika Serikat (AS), Benedict T Casnocha mengajari puluhan pemuda Surabaya, Jawa Timur, cara atau resep untuk sukses dalam berwirausaha.

"Saya memulai bisnis karena ada seorang guru yang memberi inspirasi bahwa kalau ingin mengubah dunia, maka mulai dengan bisnis," katanya di Surabaya, Sabtu (21/8).

Pebisnis muda yang mulai berwirausaha sejak usia 14 tahun itu mengemukakan hal itu di hadapan 40-an pemuda yang tergabung dalam komunitas wirausahawan muda Surabaya "Tangan Di Atas" (TDA).

Didampingi Konsul Ekonomi-Politik Konjen AS di Surabaya, Daniel Phelps, ia menyatakan orang sukses itu rata-rata dianggap sebagai orang gila, karena mereka umumnya mengawali usaha dengan cara atau jalan yang tidak umum.

"Untuk mengawali wirausaha, lihatlah dunia dan lihatlah apa yang tidak efisien, kemudian carilah cara untuk memecahkan, sehingga orang banyak yang membutuhkan. Jangan takut dianggap gila," katanya.

Ia mengaku dirinya memulai usaha menjual software (perangkat lunak dari program komputer) untuk pemerintah, yakni software untuk melayani keluhan masyarakat kepada pemerintah.

Dalam 10 tahun terakhir, ia mengalami banyak kegagalan dan keberhasilan. "Semakin banyak kita gagal, maka kita akan semakin banyak belajar, karena itu belajarlah dari kegagalan Anda," katanya.

Menurut Ben Casnocha, yang baru pertama kali datang ke Indonesia itu, ada lima prinsip dasar dari wirausaha yang penting dan selalu dialami siapapun dan dimanapun, apakah orang kota atau orang desa.

"Prinsip pertama adalah dampak untuk lingkungan. Pikirkanlah motivasi Anda dalam berwirausaha, apakah karena uang, ingin terkenal, ingin kekuasaan?," katanya.

Ia menegaskan bila motivasi berwirausaha hanya uang, maka hal itu tidak akan bertahan lama. "Motivasi yang bertahan lama adalah bermanfaat bagi banyak orang mulai dari sepuluh, ratusan, hingga jutaan orang," katanya.

Prinsip kedua adalah persistence (keteguhan hati). "Orang sukses itu akan selalu maju seberapapun banyak tantangan atau kegagalan, maka dia akan tetap berkomitmen kepada usahanya. Keteguhan hati itu bisa dilatih dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Prinsip ketiga adalah kreatif. "Kita jangan menganggap masuk kategori analisis dan bukan kreatif, sebab semua orang itu kreatif. Kalau Anda yakin bahwa Anda kreatif, maka hal itu akan membantu Anda untuk kreatif," katanya.

Ia menyatakan kreatif itu juga bisa dipelajari, misalnya dengan berbicara dengan orang-orang kreatif dan banyak mendengarkan pengalaman mereka.

"Cara melatih untuk kreatif adalah kalau pulang jangan melewati jalan yang sama, makanlah dengan menu yang berganti-ganti. Pengalaman baru bisa menyegarkan untuk membantu kita menjadi kreatif," katanya.

Prinsip keempat adalah selalu memperbaiki diri. "Banyaklah belajar hal-hal baru, teori-teori baru, aturan-aturan baru. Bill Gates saja tetap belajar secara online selama 1,5 jam setiap hari," katanya.

Prinsip kelima adalah fokuslah pada kekuatan diri. "Jangan memecahkan masalah dengan melihat kemampuan Anda, tapi lihat kekuatan Anda. Dimana kekuatan Anda? Dimana kekuatan segmen bisnis Anda? Maka, fokuslah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ben Canoscha juga melayani belasan pertanyaan pemuda Surabaya, di antaranya tentang utang, omzet yang turun, adanya kompetitor/pesaing, cara berbisnis bagi karyawan, dan sebagainya. "Kalau ada pesaing justru pasar bisnis Anda juga menarik," katanya.(Ant/BEY)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.
Gara-gara masuk kaskus, pegawai pajak dihukum disiplin - Bisnis Indonesia
Saturday, July 31, 2010 2:40 PM
JAKARTA(Bisnis.com): Seorang pegawai pajak mendapat hukuman disiplin PNS gara-gara perbuatan tidak sopannya kepada seorang warga diungguh dimilis kaskus.

Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumberdaya Aparatur
(Kitsda) Ditjen Pajak Wahyu Tumakaka mengatakan hanya dibutuhkan satu alat bukti untuk melakukan penindakan terhadap aparat pajak.

"Saya pakai minimal orang melanggar sumpah jabatan, saya akan tindak. Misalnya dia berjanji menjunjung tinggi martabat PNS, pemerintah, dan negara. Tapi dia melakukan kehebohan yang dipublikasi di media baik cetak, tv, maupun online, maka dia sudah menganggu martabat organisasi," tegasnya di Jakarta kemarin.

Dia menceritakan belum lama ini dirinya baru saja melakukan penindakan terhadap seorang pegawai pajak yang melakukan perbuatan tidak sopan terhadap seorang Ibu di mana kejadian tersebut dipublikasikan dalam milis kaskus.

"Malam hari di kaskus bluemorri [username di kaskus] posting bahwa istrinya ditotol dari belakang oleh mobil pelat merah, orangnya maki-maki istrinya nggak sopan. bluemorri mencatat nomornya dan mengecek, ternyata itu mobil dinas pajak," tuturnya.

Pagi harinya, sambung Wahyu, dirinya langsung memerintahkan bawahannya untuk mencari tahu nama pegawasi pajak yang pada jam itu menggunakan mobil dinas tersebut.

"Siangnya ketemu, sorenya langsung di BAP [berita acara pemeriksaan] karena itu termasuk pencemaran nama baik dan membuat malu instansi Ditjen Pajak," jelasnya.

Menurutnya, setiap informasi, pengaduan baik dari teman kerja atau masyarakat, bisa dijadikan sebagai pintu masuk bagi direktoratnya untuk melakukan penelitian atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan pegawai pajak.

Secara lengkap kutipan postingan bluemorri di kaskus tetanggal 13 Juli 2010 berjudul Tabrak Lari oleh Kendaraan DITJEN PAJAK adalah sebagai berikut:

"Kejadiannya Senin siang sekitar pukul 13.00 di pintu masuk tol Ancol arah Grogol. Mobil yang dikendarai oleh istri saya seorang diri tiba2 ditabrak dari belakang sewaktu antri membayar tol.

Istri saya kaget dan langsung turun dari mobil untuk memeriksa kerusakan yang terjadi. Setelah istri memeriksa kerusakan pada mobil,istri menegur sopir mobil tersebut agar berhati-hati.

Bukannya meminta maaf,malah istri saya dimaki-maki Dan ditantangin untuk berantem. Di dalam mobil tersebut terdapat 3 orang pria berpakaian kantoran. Karena istri hanya seorang diri, dan Takut diapa2in oleh ketiga pria tersebut, istri memutuskan untuk tidak menggubris mereka.

Setelah itu istri menelepon saya dan mengabarkan kejadian tersebbut sekaligus menginformasikan nomor kendaraan pelaku.

No kendaraan pelaku adalah B 2286 FQ. Isuzu Panther LV 25 Royal Long warna Biru Tua Metalik dan terdaftar atas nama DITJEN PAJAK (Direktorat Jenderal Pajak) yang beralamat di Jln Gatot Subroto (hasil pengecekan dari TMC Polda Metro Jaya)

Ternyata oknum pegawai dari Ditjen Pajak adalah ORANG - ORANG YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB dan TIDAK PERNAH BELAJAR TATA KRAMA.

Dengan ditulisnya surat ini,mohon agar yang berwenang bisa menindak oknum2 bersangkutan dan kami menunggu itikad baik dari Pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini." (htr)

Diposting oleh Rakhma di 10.00  

0 komentar:

Posting Komentar